Memperbanyak dzikir pada sepuluh hari bulan Dzul-hijjah
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَى مَارَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ اْلأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَآئِسَ الْفَقِيرَ
“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.” (Al-Haj: 28).
Menurut Ibnu Abbas, asy-Syafi’i dan jumhur ulama, yaitu sepuluh hari (bulan Dzul-hijjah).
Ketahuilah bahwasanya dianjurkan memperbanyak dzikir pada sepuluh hari ini dibandingkan hari-hari lainnya, dan itu lebih dianjurkan lagi pada hari Arafah dibanding-kan sembilan hari lainnya.
Sumber: Al-Sofwah





